Topografi Dan Iklim

Tofografi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berada pada kisaran 35 - 67 m di atas permukaan Laut. Keadaan tanah di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dapat digolongkan kedalam wilayah datar (peneplain zone), bergelombang (piedmont zone) dan berbukit (hilly zone). Wilayah datar terdapat di Kecamatan Belitang, Belitang II, Belitang III, Buay Madang,Madang Suku I, Madang Suku II,Cempaka dan Semendawai Suku III. Sedangkan Wilayah berbukit terdapat di sebagian Kecamatan Jayapura. Sementara daerah bergelombang terdapat di sebagian Kecamatan Martapura, Buay Pemuka Peliung, Kecamatan Jayapura dan Kecamatan Bunga Mayang.

Secara geologis wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terbentuk pada zaman tertier dan kwarter oleh batuan granit, tufa, andesit dan formasi andesit tua. Dari susunan batuan-batuan tersebut terkandung berbagai macam kekayaan alam yang potensial antara lain batubara, minyak bumi pasir, koral, dan lain-lainnya. Satuan batuan secara berurutan dari tua ke muda adalah batuan pratersier, tersier dan kuarter. Batuan berumur pratersier adalah batuan tertua terdiri dari batuan Malihan Karbon, batuan Gunung Api, Yura Kapur, Komplek Bancuh (melange) kapur serta batuan terobosan kapur. Batuan berumur tersier terdiri dari satuan Batuan Sedimen Oligosen-miosen tufaan miosen, Batuan Gunung Api Paleo Oligosin, batuan trobosan miosen, batuan Sedimen Genang Laut dan Sedimen Karbonat Oligo Miosen, batuan Sedimen Laut Dangkal Miosen serta batuan Sedimen Peralihan Mio Pliosen. Batuan Berumur Kuarter terdiri dari Batuan Gunung Api Kuarter serta endapan danau, rawa dan sungai Holosen. Secara umum struktur geologi yang dijumpai terdiri dari lipatan, sesar dan kekar yang sebagian besar pada batuan tersier. Struktur ini umumnya berarah barat laut dan tenggara, diantaranya terdapat pula yang berarah timur laut barat daya.

Jenis tanah yang berbeda akan menyebabkan perbedaan fisik maupun kimia tanah yang akan mempengaruhi baik tidaknya suatu tanaman tumbuh. Secara garis besar, sebaran jenis tanah yang dijumpai di wilayah Kabupaten OKU TIMUR adalah meliputi Hidromorf Kelabu, Aluvial, Andosol, Latosol, Podsolik Merah Kuning, Merah Kekuningan dan coklat kekuningan dan Hidromorfik Kelabu serta Kompleks Podsolik yang merupakan gabungan dari berbagai jenis tanah.

Di wilayah Kabupaten OKU Timur terdapat Sungai Komering yang merupakan salah satu dari sembilan sungai besar di Propinsi Sumatera Selatan. Kondisi hidrologi dan tata air yang terdapat diwilayah Kabupaten OKU Timur ini ditentukan oleh keadaan batuan geologi, proses geomorfologi, klimatologi, ketiga faktor tersebut menyebabkan terjadinya pola aliran sungai maupun terbentuknya danau dan telaga.

Sebagai mana daerah tropis lainnya di Indonesia yang memiliki dua musim, maka Kabupaten OKU TIMUR memiliki periode kering atau musim kemarau antara Bulan Mei sampai dengan Agustus dengan curah hujan 113 - 175 mm/bulan sedangkan musim penghujan antara bulan September sampai dengan April. Dengan rata-rata curah hujan pertahun mencapai 2.554 - 3.329 mm.